• Dialisis untuk Gagal Ginjal

    Posted on December 14, 2011 by in Diet bagi Gagal Ginjal, Kidney

    Kita memiliki 2 buah ginjal, tetapi pada faktanya seseorang dapat hidup dengan satu ginjal lengkap. Beberapa orang bahkan hidup dengan kondisi gagal ginjal. Kecuali dilakukan transplantasi ginjal, seseorang dengan kondisi gagal ginjal biasanya harus menjalani cuci darah secara berkala, disebut: Dialisis.

    Tindakan Dialisis dilakukan dengan tujuan untuk membuang sisa – sisa metabolisme, dan kelebihan cairan agar tidak menumpuk di dalam tubuh, dan menjaga level yang aman dari unsur – unsur kimiawi dalam tubuh seperti potasium dan sodium. Selain itu juga untuk membantu mengontrol tekanan darah.

    Ada 2 jenis tindakan dialisa, yaitu; Hemodialisis dan Peritoneal Dialisis

    HEMODIALISIS
    Pada Hemodialisis, proses cuci darah biasanya dilakukan dengan sebuah mesin dialisis. Proses ini tidak dilakukan setiap hari, cukup 3 kali seminggu dengan masing-masing sesi berlangsung sekitar 4-5 jam. Proses Hemodialisis bisa dilakukan di rumah Anda atau pada sebuah Klinik.

    Hemodialisis biasanya direkomendasikan untuk orang-orang yang:

    • Mengalami gangguan penglihatan
    • Memiliki kepikunan
    • Orang dengan kondisi kesehatan sangat lemah

    Dialisis Gagal Ginjal

    Kerugian Hemodialisis:

    • Bila ingin bepergian, harus direncanakan jauh jauh hari ? pasien harus membuat janji dengan Klinik Dialisis di luar kota/luar negeri.
    • Pasien harus menjalani diet makanan (khususnya yang tinggi potassium, garam, dll) serta membatasi jumlah cairan yang harus diminum (1000-1500ml per hari).

    PERITONEAL DIALISIS
    Peritoneal Dialisis biasanya disarankan untuk pasien dengan kriteria:

    • Anak anak diatas usia 2 tahun atau lebih
    • Orang orang yang masih memiliki fungsi ginjal yang terbatas
    • Orang dewasa yang tidak memiliki penyakit kronis, seperti: jantung ataupun kanker

    Peritoneal Dialisis memerlukan tindakan pembedahan untuk memasang kateter dalam perut penderita. Ada dua macam metode, yaitu yaitu continuous peritoneal dialysis (CAPD) dan Continonus Cycling Peritoneal Dialysis (CCPD).

    Di Indonesia, CAPD lebih lazim digunakan daripada CCPD. CAPD tidak memerlukan mesin, dan biasanya pasien perlu melakukan 4 kali penggantian kantung Dialisis dalam sehari,  masing – masing selama 30 menit.

    Keuntungan:

    • Pasien lebih memiliki kebebasan untuk bepergian, tidak perlu mengunjungi Pusat Dialisis
    • Batasan dalam DIET dan cairan yang diminum lebih longgar dibanding pasien hemodialisa

    Kerugian:
    Meningkatnya resiko terjadinya infeksi pada peritoneum (peritonitis), kurang energi dan pada beberapa kasus dapat terjadi malnutrisi. Peritonitis dapat mengakibatkan gejala, seperti:

    • Nyeri perut
    • Muntah
    • Menggigil

    Bila peritonitis berulang terjadi, dokter mungkin perlu melakukan operasi pembedahan untuk memberbaiki peritoneum.
    Tindakan dialisa memerlukan biaya tidak sedikit. Bila per sesi hemodialisa biayanya sekitar Rp. 600.000 per tindakan, artinya per bulan biayanya sekitar  Rp. 4,8 juta  diluar obat dan biaya medis yang lain seperti laboratorium, dll.

    Namun demikian biaya tersebut dapat dibantu melalui program  Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) maupun Gakin (khusus untuk warga DKI Jakarta yang kurang mampu).

    Compiled by: http://www.kidneyplus.com

    Source:
    http://www.cancer.org/Cancer/KidneyCancer/OverviewGuide/kidney-cancer–adult–renal-cell-carcinoma-overview-what-is-kidney-cancer
    http://www.southerncross.co.nz/Portals/0/Group/Kidney%20stones%201.gif
    http://www.medicinenet.com/kidney_failure/article.htm#tocc
    http://www.webmd.com/a-to-z-guides/acute-renal-failure-symptoms
    http://www.webmd.com/a-to-z-guides/acute-renal-failure-topic-overview
    http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/anatomi-dan-fisiologi-ginjal.html
    http://labparahita.com/parahita/2011/04/deteksi-dini-penyakit-ginjal-kronis-dengan-cystatin-c/
    http://www.ygdi.org/_kidneydiseases.php?view=_dialysis
    http://nursecerdas.files.wordpress.com/2009/01/hd.jpg
    http://3.bp.blogspot.com/_qOhar23uNm0/SVWdCMqvgII/AAAAAAAABNk/x4-wki0vQAw/s400/capd.jpg

    Disclaimer: The statements and information upon this website have not necessarily been evaluated by the Food and Drug Administration. The product featured are not intended to diagnose, treat, cure or prevent any disease. Consumers should always consult their own medical practitioner(s) with any medical or health concerns before starting any new diet, product or supplement. -

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>